Kamis, 22 September 2011

JARINGAN KOMPUTER

Tiga abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai dengan dominasi yang berbeda. Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengolahan dan media distribusi informasi. Abad ke-21 saat ini atau era-informasi, dimana teknologi jaringan komputer global yang mampu menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi yang digunakan, penyebaran informasi melalui media internet, peluncuran satelit-satelit komunikasi dan perangkat komunikasi wireless/selular menandai awal abad millenium.
Sejak me-masyarakat-nya internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft Inc., menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang mudah dan biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi anggaran) khususnya peralatan komputer, maka kebutuhan akan sebuah jaringan komputer merupakan satu hal yang tidak bisa terelakkan.

1.1      Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdows, kehilangan file atau kerusakan sistem.
Dalam defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan jaringan autonomous yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan autonomous yang sangat besar.)
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer  dapat saling bertukar  file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware/software  yang terhubung dalam jaringan bersama-sama
Tiap  komputer, printer atau  periferal  yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.
Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer),  yakni:

1.1.1 Peer to peer

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub/switch.
Komputer pada jaringan peer to peer ini biasanya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer. Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset dan beberapa hal lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai  PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, cdrom, file dan lain-lain.

Gambar 1.1. Peer to peer

1.1.2 Client – Server

Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju.
Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.
Jenis layanan Client-Server antara lain :
v  File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
v  Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
v  Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
v  DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.
Gambar 1.2. Model Client-Server dengan sebuah Server yang berfungsi umum
Gambar 1.3. Model Client-Server dengan Dedicated Server
1.1.3 Kelebihan jaringan peer to peer
ü       Implementasinya murah dan mudah
ü       Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
ü       Tidak memerlukan administrator jaringan
1.1.4 Kekurangan jaringan peer to peer
ü       Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
ü       Tingkat keamanan rendah
ü       Tidak ada yang memanajemen jaringan
ü       Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
ü       Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer
1.1.5 Kelebihan jaringan client server
ü       Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
ü       Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
ü       Manajemen jaringan terpusat
ü       Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi
1.1.6 Kekurangan jaringan client server
ü   Butuh administrator jaringan yang profesional
ü   Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
ü   Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
ü   Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
ü   Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses

1.2   Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi

Sebelum jaringan komputer popular, user komputer pernah mengenal sistem terdistribusi. Terdapat hal yang cukup membingungkan dalam pemakaian istilah jaringan komputer dan sistem terdistribusi (distributed system).
Persamaannya adalah keduanya merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan dengan media transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus memindahkan file. Perbedaan yang lebih spesifik antara Jaringan Komputer dan Sistem Distribusi sbb:
Tabel 1.1. Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi
JARINGAN KOMPUTERSISTEM TERDISTRIBUSI
Komputer yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan clientKomputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan komputer host)
Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer yang meminta dan dimintai layanan.
Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem.
Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar bersama.
Host melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari terminal-terminal
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.
Lamanya suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yg meminta layanan.
User dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung (di komp station atau di server).
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh sistem.
Lamanya suatu proses tergantung Sistem Operasi yang akan memilih prosesor komputer mana yang akan digunakan.
User tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di host.
Metode komunikasi antar komputer dengan model Peer to Peer atau Client Server.Metode komunikasi antar komputertersentralisasi (terpusat pada komputer utama/host)
Masing-masing node atau workstation (pada metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani seluruh pekerjaan.
Antar node bisa saling bertukar file atau resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yg diatur pemilik komputer.
Masing-masing terminal membutuhkan host (komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi dengan terminal lain.
Antar terminal tidak dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor host).
Masing-masing user disetiap workstation (client) sadar betul akan proses yang sedang terjadi apabila ia meminta layanan atau mengirimkan data keserver.
User secara explisit (nyata) harus “login” pada server, kalau ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh server. Secara explisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara explisit memindahkan file-file, namun secara umum menangani sendiri seluruh manajemen jaringan.
Masing-masing user disetiap terminal tidak dapat menyadari proses yang berlangsung pada sistem
User tidak perlu melakukan pekerjaan secara explisit, karena semua proses dan manajemen dilakukan/ ditangani secara otomatis oleh sistem tanpa diketahui user. Meskipun secara umum seorang user pada tiap terminal juga harus login untuk bisa memanfaatkan resource host.
Tiap user memiliki identitas & password yang unik untuk dapat login serta menggunakan resource yang terdapat di server.
Umumnya user tidak bisa menggunakan ID yang sama, untuk login ke server, namun policy seorang Admin dapat merubah aturan ini agar sebuah ID dapat digunakan bersama-sama secara terbatas.
Tiap user juga memiliki ID dan password untuk dapat login ke host & menggunakan resource yang disediakan.
Umumnya beberapa terminal dapat menggunakan ID yang sama untuk login ke komp host, namun Admin/Supervisor sistem dapat merubah dengan hanya mengijinkan satu ID untuk tiap terminal.
Keberadaan sejumlah komputer dalam jaringan tidak harus transparan disatu lokasi, sehingga secara fisik tidak dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan.Keberadaan sebuah atau sejumlah komputer atau terminal autonomous, bersifat transparan (jelas) bagi user, biasanya berada dalam suatu area lokasi.
Spesifikasi hardware server tidak harus lebih baik dari hardware clientSpesifikasi hardware host (komputer utama) harus lebih baik dari terminal.
Merupakan sistem yang menggabungkan kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai dengan application layerMerupakan suatu sistem perangkat lunak yang dibuat dan bekerja pada lapisan atas sebuah sistem jaringan.
Perbedaan utama antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi lebih terletak pada perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi) bukan pada perangkat kerasnya, karena perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jaringan yang bersangkutan.

1.3   Sejarah Jaringan & Internet

1.3.1 Jaringan Komputer

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.4) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan (network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1.4. Jaringan komputer model TSS.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA, 1967 disain awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini dikenal dengan nama ARPANET).
Gambar 1.5. Jaringan komputer model distributed processing.
Seperti pada Gambar diatas, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara seri untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara paralel disetiap host komputer. Pada proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam, dari mulai menangani proses bersama-sama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) tanpa melalui kendali komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan satu sama lain, hingga terbentuklah jaringan raksasa WAN.
1.3.2 Sejarah Singkat Internet dan Web
1957:  Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk oleh Departement of Defence (DoD) USA.
1959: Len Kleinrock menulis paper tentang packet switching.
1967: Disain awal dari ARPANET diterbitkan.
1969: DoD menggelar pengembangan ARPANET
1970: ARPANET mulai menggunakan Network Control Protocol (NCP)
1972:  InterNetworking Working Group(INWG) dibentuk untuk mempromosikan standar yang sudah disepakati bersama. Spesifikasi dari telnet, diusulkan.
1973:  Ide ethernet dijabarkan dalam thesis PhD dari Bob Metcalfe. Spesifikasi untuk File Transfer, RFC 454, diusulkan.
1974:  Disain dari TCP/IP dijabarkan secara rinci oleh Vint Cerf dan Bob Kahn dalam “A Protocol for Packet Network Intercommunication”.
1982:  TCP/IP menjadi protokol untuk ARPANET dan ini dispesifikasikan oleh DoD.
1992: Jumlah Internet hosts melampaui 1.000.000. Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser. University of Nevada mengeluarkan sistem Veronica. Sebuah WWW browser yang bernama Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW.
1993:  NSF membuat InterNIC untuk menjalankan Internet service seperti pendaftaran domain.Versi pertama dari Mosaic (untuk X Window) yang dikembangkan oleh Marc Andreesen dikeluarkan oleh NCSA White House online. National Information Infrastructure Act lolos dan pemerintah Amerika Serikat mulai lebih serius dalam penanganan Website.
1994: PizzaHut online, merupakan contoh pertama dari aplikasi komerisal Internet. Spam mail menjadi kasus besar setelah sebuah lembaga hukum yang bernama Canter & Siegel menyebarkan mail ke seluruh dunia tentang servis untuk mendapatkan “green card”. First Virtual menjalankan “CyberBank” yang pertama. Ditahun 1994 ini Yahoo! didirikan dan juga menjadi tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
1995: Compuserve, America Online, dan Prodiy mulai memberikan servis akses keInternet.Perusahaan Marc Andreesen, Netscape Communication Corporation, menjadi publik dan menjadi nomor 3 tertinggi untuk harga Initial Public Offericng (IPO) share di NASDAQ. NFS tidak lagi meng-gratiskan pendaftaran domain. Pengguna domain mulai membayar untuk sebuah domain yang digunakan dan dihosting ke internet.

1.4  Tujuan / Manfaat Jaringan Komputer

Manfaat jaringan komputer bagi user dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: untuk kebutuhan perusahaan, dan jaringan untuk umum.
Tujuan utama dari terbangunnya sebuah jaringan pada suatu perusahaan adalah:
Resource sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan.
Saving Money (Penghematan uang/anggaran): Perangkat dan data yang dapat dishare akan membuat penghematan anggaran yang cukup besar, karena tidak perlu membeli perangkat baru untuk dipasang ditiap-tiap unit komputer
High reliability (kehandalan tinggi): Sistem Informasi Manajemen Kantor Terpadu atau Sistem Pelayanan Satu Atap dengan teknologi client-server, internet maupun intranet dapat diterapkan pada jaringan komputer, sehingga dapat memberikan pelayanan yang handal, cepat dan akurat sesuai kebutuhan dan harapan.
Manfaat jaringan komputer untuk umum:
Jaringan komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada pengguna di rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan. Terdapat tiga hal pokok yang  mejadi daya tarik jaringan komputer pada  perorangan yaitu:
  • access ke informasi  yang berada di tempat lain (seperti akses berita terkini, info e-goverment, e-commerce atau e-business, semuanya up to date).
  • komunikasi person to person (seperti e-mail, chatting, video conferene dll).
  • hiburan interaktif (seperti nonton acara tv on-line, radio streaming, download film atau lagu, dll).

1.5   Masalah-masalah sosial yang ditimbulkan dari Jaringan Komputer (internet)

Penggunaan jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah sosial, etika, politik, maupun ekonomi yang tak terelakkan. Internet telah masuk ke segala  penjuru kehidupan masyarakat, semua orang dapat  memanfaatkannya tanpa memandang status sosial, usia, juga jenis kelamin.
Penggunaan internet tidak akan menimbulkan masalah selama subyeknya terbatas pada topik-topik teknis, pendidikan atau hobi, juga hal-hal yang masih dalam batas norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan mulai muncul bila suatu situs di internet mempunyai topik yang sangat menarik perhatian orang, seperti pertentangan politik, agama, sex, dll.
Koneksi jaringan komputer/internet ini juga akan menimbulkan masalah ekonomi yang serius bila teknologinya dimanfaatkan oleh fihak-fihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi namun merugikan fihak lain, misalnya kegiatan carding, download software komersil secara ilegal dll.
Gambar-gambar yang dipasang disitus-situs internet mungkin merupakan sesuatu yang biasa bagi sebahagian orang, namun sangat mengganggu bagi sebagian orang lain (karena bisa menimbulkan masalah SARA).
Selain itu, bentuk pesan-pesan tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan resolusi tinggi dan bahkan videoclip singkatpun sekarang sudah dapat dengan mudah disebar-luaskan melalui jaringan komputer.
Sebagian orang dapat bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebagian lainnya pemasangan materi tertentu (misalnya pornografi) merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.

1.6   Jenis-Jenis jaringan

Secara umum jaringan komputer  terbagi menjadi 3 jenis jaringan yaitu :

1.6.1 Local Area Network (LAN)

Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m.
Gambar 1.6. Local Area Network (LAN)

1.6.2 Metropolitan Area Network (MAN)

Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung dalam suatu daerah (wilayah seperti propinsi atau negara bagian). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank didalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.
Gambar 1.7. Metropolitan Area Network

1.6.3 Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain.
Sebagai contoh jaringan komputer kantor City Bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang tersebar diseluruh dunia dan lain-lain.
Biasanya  WAN  lebih  rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.
Gambar 1.8. Wide Area Network
Tabel 1.2. Interkoneksi berdasarkan jarak antar node
Nilai-nilai yang terdapat pada tabel diatas, bukan merupakan nilai mutlak bagi jarak yang menghubungkan antar komputer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek tergantung kondisi area suatu wilayah.
1.7 Rangkuman
Jaringan komputer (jarkom) adalah ”interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll).
Tiap  komputer, printer atau  periferal  yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih.
Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai  PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan.

Kamus Bahasa Indonesia Online

Ketika sedang membaca, kita mungkin menemukan kata-kata Indonesia yang tidak kita mengerti. Tentu untuk mengetahuinya, kita harus membuka kamus bahasa Indonesia.
Namun, perlu diakui tidak semua orang memiliki kamus ini. Selain harganya yang lumayan mahal, ada orang yang malas untuk mencarinya dan tidak selalu membawanya karena ukurannya yang besar.
Untuk menjawab permasalahan diatas, kini telah hadir kamus bahasa Indonesia secara online. Kita bisa masuk dalam alamat http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi. Kamus yang diberi nama KBBI Daring ini diambil dari KBBI edisi III versi cetak.
Jadi, kini kita dapat menggunakan kamus ini dimana saja, bahkan ketika kita berada di luar negeri. Ini dapat menjadi sumber rujukan dan menambah pengetahuan kita tentang bahasa Indonesia.

Mengenal dan Menggunakan Domain Dot Id (.id)

Pernah mendengar beberapa nama domain seperti www.google.co.id, www.yahoo.co.id, www.binus.ac.id? Nama domain yang diakhiri dengan dot id (.id) merupakan identitas Indonesia di dunia maya yang bertujuan sebagai identitas untuk website yang berasal dari atau ditujukan unuk Indonesia (untuk mengetahui identitas domain berbagai negara dapat mengunjungi link ini www.swebee.com. Tetapi, memang masih lebih banyak website yang menggunakan domain dot com (.com), karena nama .com sudah lebih umum dikenal dan bercitra international. Selain itu, untuk mendapatkan domain .id lebih rumit dibanding saat kita mendaftar .com.
     Berikut langkah-langkah proses pendaftaran .id:
  1. Kunjungi website Register.net.id dan isi form pendaftaran
  2. Setelah mengisi secara lengkap, kita akan dikirimkan email konfirmasi untuk melakukan aktivasi account. Bila masih belum mendapatkan email konfirmasi, coba lakukan langkah berikut:
    • Cek "Bulk Mail" atau 'Spam", karena ada kemungkinan email tersesat ke folder tersebut
    • Jika masih tidak ada, kunjungi lagi www.register.net.id dan klik menu "Resend Activation"
    • Jika masih belum ada, hubungi helpdesk@pandi.org
  3. Bila account sudah diaktifkan, maka selanjutnya kita mendaftarkan nama domain .id baru dengan masuk ke account domain kita dan klik tombol "Domain Management". Jika nama domain yang diinginkan masih tersedia, klik tombol "Register" yang selanjutnya kita akan diminta untuk mengisi form pendaftaran nama domain.
  4. Selanjutnya, kita harus menyertakan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan.
    • Klik menu "Document Management" dan submenu "Create Document"
    • Isi dokumen yang akan kita kirimkan sesuai persyaratan
    • Untuk mengirimkan dokumen, dapat kita lakukan dengan menscan dokumen dan mengupload lewat menu "Document management | Upload Document"
  5. Tunggu hasil konfirmasi apakah permintaan pendaftaran domain kita disetujui atau tidak yang akan dikirimkan lewat email. Konfirmasi ini bisa memakan waktu beberapa minggu, jadi terpaksa kita harus bersabar. Bila ternyata ditolak, ulangi langkah ke 3 untuk pendaftaran nama domain baru.
  6. Bila nama domain disetujui, maka selanjutnya adalah melakukan pembayaran melalui transfer
    • Transfer ke rekening a.n. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Bank Central Asia cabang Sudirman, no rekening 0353095665 atau Bank mandiri cabang Jakarta Wisma Indosement, no rekening 122.0004848.647
    • Kirim email ke pembayaran@register.net.id dengan melampirkan bukti transfer pada email.
    • Pembayaran harus dilakukan paling lambat 14 hari kerja sejak email persetujuan dikirim.
    • Aktivasi nama domain baru adalah 7 hari kerja sejak pembayaran diterima oleh PANDI.

Arti akhiran domain (agar dapat membantu kita dalam pemilihan nama domain dalam langkah ke 3):
  • .co.id : Singkatan dari Company, digunakan untuk badan usaha yang sah.
  • .ac.id : Singkatan dari Academic, digunakan untuk sekolah tinggi mulai dari akademi.
  • .go.id : Singkatan dari Government, digunakan untuk lembaga pemerintahan.
  • .mil.id : Digunakan khusus di kalangan militer.
  • .net.id : Digunakan untuk penyelenggara jasa internet dan penyedia akses lainnya.
  • .sch.id : Digunakan khusus untuk sekolah
  • .or.id : Digunakan untuk organisasi yang tidak termasuk kategori yang ada.
  • .web.id : Tidak ada pengkhususan untuk domain ini, dapat digunakan oleh pengguna individual.

Gunakan Perangkat Lunak Open Source

             Komputer telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap hari kita menggunakan komputer untuk mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari. Ada banyak sekali alternatif perangkat lunak)yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan pekerjaan kantor dan rumah kita. Salah satunya adalah perangkat lunak open source software atauOSS. Dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai perangkat lunak sumber terbuka.
Kumpulan.info -  dimulai dengan adanya kampanye untuk menyediakan dan menggunakan perangkat lunak yang gratis. Selain itu setiap perangkat lunak yang termasuk perangkat lunak sumber terbuka memiliki kode sumber  yang bebas diunduh dan disebarluaskan dengan menganut kaidah dan etika tertentu. Pengembangannya dilakukan oleh suatu komunitas tertentu dan mereka akan saling bertukar informasi untuk mengembangkan perangkat lunak tersebut agar menjadi lebih baik.


Mengapa Menggunakan Open Source Software?

Mengapa harus menggunakan perangkat lunak? Dalam pekerjaan sehari-hari dengan komputer, kita mungkin sering menggunakan beberapa perangkat lunak komersial yang sudah terkenal seperti Microsoft Windows sebagai sistem operasi, Microsoft Office sebagai aplikasi perkantoran, Adobe Photoshop dan Corel Draw sebagai aplikasi untuk desain dan gambar, Microsoft Visio sebagai aplikasi untuk membuat diagram, Microsoft Outlook untuk membaca dan menerima e-mail ataupun Microsoft Project sebagai aplikasi untuk melakukan manajemen proyek. Namun tahukah Anda, bahwa perangkat lunak yang disebutkan tadi memiliki harga lisensi satuan dari ratusan hingga ribuan dolar AS per perangkat lunak? Jika Anda menginvestasikan uang Anda untuk membeli beberapa perangkat lunak asli tersebut ke dalam komputer, tentu Anda harus mengeluarkan biaya ribuan dolar AS untuk sebuah komputer. Tentu Anda juga tidak ingin melanggar hukum dengan menggunakan perangkat lunak ilegal bukan?
Karena itulah tersedia berbagai ragam perangkat lunak yang dapat diunduh secara gratis dan disebarluaskan dengan bebas. Selain itu, karena dibangun oleh suatu komunitas yang saling bertukar informasi di seluruh dunia, perangkat lunak jenis ini berkembang dengan cukup baik.


Apa saja Alternatif Open Source Software?

Berikut ini beberapa jenis perangkat lunak open source yang dapat dengan mudah Anda dapatkan sebagai pengganti perangkat lunak berbayar Anda yang mahal:
  • Linux

    Anda dapat mengganti Microsoft Windows yang Anda gunakan setiap hari dengan sistem operasi Linux. Sistem operasi yang pertama kali dikembangkan oleh Linus Trovald ini telah menjadi alternatif terbaik untuk menggantikan Microsoft Windows. Banyak varian dan distribusi Linux yang dikembangkan dengan tampilan yang sangat bagus. Misalnya Ubuntu, Mandrake, dan Fedora adalah distribusi Linux yang cukup mudah digunakan oleh orang awam sekalipun.
  • Open Office

    Salah satu aplikasi perkantoran yang paling tepat untuk menggantikan Microsoft Office adalah Open Office. Perangkat lunak ini dikembangkan secara khusus oleh sebuah perusahaan besar yaitu Sun Microsystem namun tersedia secara gratis. Dalam sebuah paket Open Office tersedia banyak aplikasi yang mampu menggantikan tugas Microsoft Office. Bahkan Open Office mampu membuka fileyang disimpan dengan format Microsoft Office.
  • GIMP

    Jika Anda senang melakukan desain dan menggambar, Anda dapat menggunakan aplikasi GIMP. Anda dapat memodifikasi foto dan gambar Anda dan menyimpannya dalam berbagai format file gambar. Dan perangkat lunak ini dapat secara gratis Anda dapatkan sebagai pengganti aplikasi Adobe Photoshop atau Corel Draw yang harganya tentu sangatlah mahal.
  • Dia

    Microsoft Visio tentulah menjadi perangkat lunak yang bagus untuk membuat diagram. Namun tahukah Anda bahwa Anda juga dapat membuat diagram dengan perangkat lunak yang gratis dan legal? Perangkat lunak tersebut memiliki nama Dia. Dengan perangkat lunak ini, Anda dapat membuat berbagai diagram dengan format menarik.
    • Mozilla Thunderbird

      Anda sering menerima e-mail di Microsoft Outlook? Anda bisa menggunakan alternatif aplikasi e-mail yang disebut sebagai Mozilla Thunderbird untuk menerima, membaca dan mengirim e-mail Anda. Selain itu Mozilla Thunderbird juga dilengkapi dengan NR untuk membaca berbagai berita terbaru.
    • Gantt Project

      Jika Anda seorang yang ditugasi melakukan manajemen proyek, Anda tentu biasa menggunakan Microsoft Project untuk melakukan tugas ini. Namun Anda dapat juga menggunakan alternatif perangkat lunak gratis yaitu Gantt Project yang memiliki kesanggupan seperti Microsoft Project.
    Semua perangkat lunak yang disebutkan di atas (kecuali Linux) dapat dijalankan pada sistem operasi Microsoft Windows maupun Linux dengan berbagai varian dan distribusinya. Tentunya Anda dapat menghemat dari ratusan hingga ribuan dolar AS jika Anda mulai menggunakan perangkat lunak. Selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi perangkat lunak yang bisa Anda gunakan sebagai alternatif dari perangkat lunak komersial.

    Gratis Tidak Berarti Buruk

    Meski semua perangkat lunak dapat diperoleh dan disebarkan dengan gratis, namun dari segi kualitas perangkat lunak open source telah melalui serangkaian pengujian seperti halnya perangkat lunak komersial. Bahkan beberapa perusahaan besar pun juga telah ikut serta dalam pengembangan perangkat lunak ini.
    Memang jika pertama kali Anda beralih ke perangkat lunak, kemungkinan Anda belum terbiasa menggunakannya karena tata letaknya yang sedikit berbeda dengan perangkat lunak komersial yang biasa Anda gunakan. Namun Anda bisa mulai mencobanya dan tentunya Anda akan menjadi terbiasa. Selain itu Anda juga tidak akan dibebani biaya yang mahal serta bisa jadi beban moral karena menggunakan perangkat lunak komersial yang ilegal.

 
Komputer telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap hari kita menggunakan komputer untuk mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari. Ada banyak sekali alternatif perangkat lunak (software)yang bisa kita gunakan untuk mengerjakan pekerjaan kantor dan rumah kita. Salah satunya adalah perangkat lunak open source software atauOSS. Dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai perangkat lunak sumber terbuka.
Bagikan di:
Baca Kumpulan Info versi mobile di mana saja: m.kumpulan.info
Kumpulan.info - Open source software dimulai dengan adanya kampanye untuk menyediakan dan menggunakan perangkat lunak yang gratis. Selain itu setiap perangkat lunak yang termasuk perangkat lunak sumber terbuka (open source) memiliki kode sumber (source code) yang bebas diunduh dan disebarluaskan dengan menganut kaidah dan etika tertentu. Pengembangannya dilakukan oleh suatu komunitas tertentu dan mereka akan saling bertukar informasi untuk mengembangkan perangkat lunak tersebut agar menjadi lebih baik.

Senin, 12 September 2011

NEW Artikel : Proses Pembuatan Komik

by Shoujo Manga Comics Updated on Thursday, November 18, 2010 at 2:35am

 
Kita pasti sering membaca komik. Baik di majalah, koran atau pun dengan membelinya. Banyak orang yang memandang komik sebagai suatu karya picisan. Tapi para penggemar komik nampaknya tak begitu ambil pusing mengenai hal itu. Karena dalam komik, cerita dapat menjadi prioritas kedua setelah gambar….meski beberapa ada yang memandang gambar nomor dua, yang penting ceritanya. Kebanyakan yang memandang seperti ini karena sudah bosan dengan gambar yang monoton

Tapi dalam tulisan kali ini akan membahas gambarnya bukan jalan ceritanya. Jadi, gambar dan cerita memang menduduki posisi penting. Kalau jelek, daya tariknya kecil. Oleh sebagian orang, membuat komik dianggap lebih sulit daripada membuat, misalnya, novel. Ini kalau dilihat secara gampangan. Jika seorang penulis ingin membuat suatu buku yang berupa karya fiksi, penulis itu hanya memerlukan ide untuk mengarang dan menuliskannya dalam bentuk yang dia inginkan. Setelah jadi, karangan itu disetorkan ke penerbit. Jika oke barangkali langsung dicetak dan dipasarkan. Dalam prakteknya mungkin tak semudah itu. Tapi begitulah kira-kira garis besarnya.

Dalam proses pembuatan komik, langkah semacam itu boleh dikata baru langkah awal. Bikin satu judul komik saja langkahnya begitu panjang. Dan sangat tak mudah menerjemahkan suatu karya prosa ke dalam bentuk komik. Namun kadangkala pembuatan komik langsung dari pengarangnya dituangkan langsung dalam bentuk gambar dan tidak melalui proses penulisan jalan cerita dalam bentuk prosa

DUA CARA DAN DUA JENIS Dilihat dari cara pembuatannya, ada dua cara pembuatan komik. Komik ada yang dibuat secara sederhana. Ada pula yang membutuhkan keahlian khusus. Komik sederhana biasanya terdapat dalam koran atau majalah. Jenis ini diberi nama komik strip. Komik ini panjangnya dari yang hanya satu baris gambar (di koran dan biasanya 4 kolom),  Ceritanya sendiri biasanya “ringan”. Kebanyakan berupa humor yang ada disekitar kehidupan kita, namun isinya kadang menggelitik yang berisi kritik sosial terhadap masalah sosial yang ada.
Bentuknya bisa berupa komik bersambung atau sekali selesai, contohnya kobo-chan. Pengarang dan penggambar dapat membuat komik macam ini secara bebas, tanpa harus memikirkan segi bisnis. Tak jarang pengarang dan penggambar dirangkap oleh satu orang. Biasanya sih tak berwama. Jika ada warna, maka yang dipakai hanya beberapa jenis wama saja. Kalau toh ada warna, tidak memerlukan teknik yang rumit. Pendeknya, biaya pembuatannya relatif murah, sementara waktu pembuatannya singkat.

Tipe komik lainnya adalah yang pembuatannya lebih rumit. Komik macam ini biasanya ditujukan untuk dipasarkan dalam bentuk buku tersendiri. Meski sebelumnya dimuat dalam satu majalah komik yang isinya 5-6 judul komik yang memuat 2-3 chapter contoh yang terbit di Indonesia adalah nakayoshi dan shonen magz. Jadi, dalam pembuatannya, segi bisnis sangat dipertimbangkan. Diperlukan perencanaan yang sangat matang. Sehingga, mereka memerlukan orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya untuk bekerja sama dalam membuat satu judul komik,
Kalo di Indonesia komik strip yang populer adalah om pasikom dan kartun beny & mice yang keduanya terbit di kompas, walaupun sekarang keduanya sudah diterbitkan dalam bentuk buku yang merupakan kumpulan dari strip-strip yang pernah diterbitkan sebelumnya. Keduanya merupakan hasil karya anak bangsa yang isinya kebanyakan kritik sosial budaya yang ada disekitar kita

TENAGA ARTISTIK Ceritanya dibuat agak kompleks dan lebih menarik. Komik yang dikeluarkan ada yang hanya terdiri dari beberapa judul saja, dan pengarangnya tak ada batas waktu buat menyelesaikannya, menamatkan cerita itu maksudnya. Malahan, kalau kehabisan cerita, ia tak perlu melanjutkannya, contoh yang terbit di Indonesia adalah Flash of Wind yang baru dilanjutkan lagi setelah terhenti beberapa tahun, istilah kerennya “suspend” . Tetapi, ada juga yang terbit secara rutin. Dapat bertahan selama bertahun-tahun, contohnya detektif conan (Sejak masih SMP sekarang semester 8 kuliah belum kelar juga) .

Perusahaan komik macam ini dapat berubah menjadi sebuah industri. Tak seperti komik strip, pembuatan komik ini membutuhkan pekerjaan yang intensif dan rnembutuhkan banyak waktu dan tenaga. Jika dalam komik strip hanya dibutuhkan seorang atau dua orang, maka komik jenis ini membutuhkan lebih banyak lagi pekerja. Pertama adalah penulis. Kedua, tenaga artistik. Tenaga artistik ini terdiri dari pembuat sket, pemberi tinta, pemberi warna jika dibutuhkan. Ketiga, tenaga editor alias penyunting. Dalam hal ini, penulis belum tentu merupakan penggagas cerita. Kadang penulls hanya menerjemahkan suatu ide seseorang. Penulis juga tidak memegang hak mutlak cerita yang dibuatnya. Bahkan cerita asli yang dibuat dapat diubah-ubah oleh tim pembuat komik tersebut.

Jadi dalam hal ini, penulis dapat dikatakan bertugas sebagai penulis naskah. Yang bertugas sebagai sutradara” di sini adalah para penggambar sket. Kadang para penggambar ini lebih dari satu orang. Mereka mempunyai hak untuk menerjemahkan naskah tadi ke bentuk visual. Tentu sesuai dengan imajinasi dan sudut pandang mereka untuk menghidupkan naskah tadi dalam komik. Si sutradara juga dibantu oleh sejumlah asistennya.

ALUR KERJA Bagaimanakah alur kerja alias proses pembuatan sebuah komik? Pertama-tama yang harus dimiliki adalah naskah sebuah komik. Kalau yang ingin dibuat adalah komik sederhana atau strip, kita dapat membuat naskah sekehendak kita sendiri. Tetapi, bagi para perusahaan komik profesional, mereka harus mengadakan rapat terlebih dahulu. Penulis dan editor bertemu buat membicarakan cerita yang akan dibuat. Setelah mendapat ide, mereka menulis plot, mengadakan rapat, dan merumuskan inti cerita. Semua ini buat bekal penetapan garis besar cerita yang akan disodorkan pada ilustrator. Kadang pekerjaan menulis dan membuat ilustrasi dirangkap oleh satu orang. Cara ini dianggap lebih memudahkan kerja. Tapi banyak yang sebaliknya. Penulis hanya membuat plot cerita. Lantas ada penulis lain yang melengkapinya. Sehingga, cerita dapat dibuat lebih rinci.

Nah, setelah mempunyai naskah, penggambar atau pembuat sket menggambar sekaligus membuat keputusan, berapa besar ukuran kotak dalam setiap halaman. Kan dalam satu halaman akan banyak adegannya. Lantas, ia juga menentukan, dari sudut pandang mana gambar itu akan dilihat.  la harus bisa menerjemahkan naskah ke dalam bahasa gambar. Gambar-gambar menentukan jalan cerita, penampilan komik itu, sekaligus mempengaruhi daya jual komik itu. Hasil gambarnya akan dievaluasi oleh ilustrator dan redaktur naskah yang lain. Rancangan itu dinilai dari segi gambar dan penerjemahan alur cerita. Kalau dianggap baik, barulah dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Gambar yang masih pakai pensil tadi dikembalikan ke penulis. Penulis akan memasukkan dialog-dialog dan juga keterangan. Bahkan efek suara dan menggambarkan panel tempat menuliskan kata-kata tersebut.

Halaman yang sudah diberi kata-kata lalu diberikan kepada peninta (pemberi tinta). Pemberi tinta ini bisa saja orang yang sama dengan penggambar. Karena itu, pembaca komik yang sudah bangkotan akan bisa membedakan, apakah sebuah komik itu dikerjakan oteh satu kru atau tidak. Hanya dengan memperhatikan gambar dan tulisannya. Halaman yang sudah ditinta, setelah mendapat persetujuan dari editor, lantas difoto copy. Lalu disesuaikan besarnya dengan ukuran komik yang akan dibuat. Meski komik Jepang kebanyakan tidak berwarna hal itu tidak akan mengurangi nilai seni dan jual.

INTINYA
Pengarang menentukan jalan ceritanya kemudian membuat sket awal dengan pensil berikut dialognya, kemudian mendiskusikan dengan editor untuk membuat persetujuan jalan ceritanya, setelah setuju, bagi pengarang yang sudah kawakan dan komiknya best seller pekerjaan selanjutnya diserahkan kepada asisten…..semisal Eichiro Oda, dia akan menyerahkan pengambaran karakter Luffy kepada asistennya yang memang bertugas hanya menggambar Luffy dan tidak yang lain, setelah semua karakter digambar oleh masing-masing asisten, giliran background kemudian penebalan dengan tinta, saat proses itu berlangsung pengarang mencari ide baru lagi sehingga komik Jepang bisa terbit rutin mingguan sebanyak 1 (satu) chapter yang biasanya berisi 17-19 halaman, kalau pengarangnya sudah senior macam Eichiro, Kubo, Kishimoto, CLAMP, Urasawa atau yang lain kalau buntu idenya komiknya bisa hiatus atau libur sementara. Kalau pengarang itu tergabung dalam Shonen Jump maka komiknya akan secara berkala terbit mingguan di majalah populer di Jepang, setelah terkumpul sekitar 9-10 chapter maka komik itu bisa terbit secara independent dan terlepas dari shonen jump (majalahnya) tapi penerbitannya biasanya masih dibawah publisher yang sama
RISIKO MAHAL Dilihat dari banyaknya tenaga kerja yang terlibat dan alat yang digunakan, bisa diduga bahwa pembuatan komik memerlukan biaya produksi yang tak sedikit. Risikonya, harganya bisa mahal. Maka komik Jepang mempunyai gaya tersendiri dengan tidak memainkan warna, beda dengan komik amerika atau eropa yang full color dengan biaya produksi yang lebih tinggi. Jumlah eksemplar yang diterbitkan juga dipertimbangkan. Pendeknya, jangan sampai kebanyakan dan tak laku. Cetak ulang hanya dimungkinkan jika permintaan pasar sangat besar. Rekor jumlah penjualan komik Jepang masih dipegang One Piece dengan jumlah total 35 Juta kopi di 22 Negara dan masih ada kemungkinan bertambah karena komik ini belum tamat

Cara pembuatan komik profesional ini telah dilakukan bertahun-tahun. Tidak di Indonesia, tentunya. Melainkan di negara-negara maju. Misalnya Amerika dan Jepang. Dengan fasilitas dan ketrampilan yang memadai, komik bukan lagi menjadi sebuah karya picisan. Dan dengan kelengkapan teknik promosi yang hebat. jadilah komik sebuah industri besar. Produknya laku bagaikan kacang goreng. Saat ini, komik-komik asing telah “menyerbu’ Indonesia. Dan bisa dibilang laku keras. Sementara komik Indonesia sangat sedikit jumlahnya. Itu pun harus dikatakan kualitasnya jauh dari memadai. Kapankah kita mempunyai komik keren yang setara dengan komik-komik asing? Adakah sebagian dari kita, penduduk yang berjumtah 180 juta jiwa ini, yang ingin memulainya?

http://www.facebook.com/note.php?note_id=133803943341368